MAKALAH MANAJEMEN DAN SIM 1 MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN DAN PENDEKATAN SISTEM DALAM MEMECAHKAN MASALAH DAN MEMBUAT KEPUTUSAN
MAKALAH MANAJEMEN DAN SIM 1
MODEL SISTEM UMUM PERUSAHAAN DAN PENDEKATAN SISTEM
DALAM MEMECAHKAN MASALAH DAN MEMBUAT KEPUTUSAN
KELAS 2KA24
ADELIA RAMAYANTI
10117104
GHIFARY KURNIA
12117520
KEVIN IBRAHIM
13117183
RIZKI MAULANA
15117310
SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA
2018/2019
KATA PENGHANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Segala puji bagi Allah SWT yang telah
memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk
menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah
curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita
nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR................... ....................................................................... i
DAFTAR
ISI........................................................................................................ ii
BAB
1
PENDAHULUAN................................................................................... 1
Latar Belakang......................................................................................... 1
BAB
2
PEMBAHASAN...................................................................................... 2
3.1 Model Sistem Umum
Perusahaan...................................................... 2
- Pengertian
Model.......................................................................... 2
- Konsep Dasar Model
Sistem Umum Perusahaan......................... 2
- Penggunaan Model Sistem
Umum............................................... 3
3.2 Pendekatan
Sistem............................................................................. 3
- Pemahaman dasar
pemecahan masalah
& Pembuatan
Keputusan............................................................ 3
- Tahapan Pemecahan
Masalah Dengan Menggunakan
Pendekatan
sistem...................................................................... 7
-
Faktor
Manusia Yang Mempengaruhi
Pemecahan
Masalah................................................................. 8
KESIMPULAN................................................................................................... 9
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................... 10
BAB
1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hasil dari aktivitas pemecahanmasalah
adalah solusi,memikirkan masalah sebagai sesuatu hal yang selalu buruk adalah
suatu hal yang mudah untuk dilakukan,karena kita jarang mengartikan frase mengambil
keuntungan dari sebuah situasi sama halnya dengan kita mengartikan frase
memperbaiki sebuah situasi yang buruk,kita akan memperhitungkan peraihan
kesempatan kedalam pemecahan masalah dengan mendefinisikan masalah(problem)
sebagai sesuatu kondisi atau peristiwa yang merugikan atau memiliki potensi
untuk merugikan bagi sebuah perusahan atau yang menguntungkan atau memiliki
potensi untuk menghasilkan keuntungan,selama proses pemecahan masalah ,manager
akan terlibat dalam pengambilan keputusan ,yaitu tindakan memilih berbagai
alternatif tindakan,keputusan adalah tindakan tertentu yang dipilih ,biasanya
pemecahan satu masalah akan membutuhkan beberapa keputusan.
BAB
2
PEMBAHASAN
3.1 Model Sistem Umum Perusahaan
-
Pengertian
model
Model sistem umum pada perusahaan
adalah dimana penyerdahanaan objek, yang terdiri dari berbagai jenis model yang
digunakan oleh perusahaan beserta kegunaan model itu sendiri yang mempengaruhi
juga di perusahaan agar mempermudah pengertian, komunikasi, dan memperkirakan
masa depan. Yang biasa digunakan oleh perusahaan adalah model sistem informasi
fisik dan konseptual.
-
Konsep
dasar model system umum perusahaan
Konsep
Dasar Model menggunakan Sistem Konseptual, yakni sebagai system terbuka dapat
mengendalikan operasinya sendiri,sebagian tidak. Pengendalian dicapai dengan
menggunakan lingkaran umpan balik (feedback), yang menyediakan suatu jalur bagi
sinyal-sinyal dari system ke mekanisme-mekanisme pengendalian dan dari
mekanisme pengendalian kembali ke
system. Mekanisme pengendalian adalah sejenis alat yang menggunakan
sinyal-sinyal umpan balik untuk mengevaluasi kinerja system dan menentukan
apakah tindakan perbaikan perlu dilakukan.
Contoh dari
mekanisme pengendalian adalah manajemen perusahaan,yang menggunakan dimensi
Informasi:
1. Relevansi, informasi yang harus berkaitan
langsung dengan masalah yang di hadapi.
2. Akurasi, semakin tinggi persentasi
ketelitian disitu juga nilai yang akan di dapatsemakin baik.
-
Penggunaan
model system umum
Model system umum adalah pendekatan yang
dilakukan berdasarkan penggunaan komputer dalam bisnis, mencakup hal semua
sistem informasi di segala jenis organisasi, dan sarana yang digunakan.
Model system umum terdiri dari system
fisik dan sistem konseptual.
1. System fisik
System fisik
merupakan system yang terbuka yang berhubungan dengan lingkunganya, sering
diibaratkan perusahaan mengubah sumberdaya (input) menjadi produk (output).
2. System konseptual
System konseptual
adalah sebagian sistem terbuka yang dapat mengendalikan operasinya sendiri.
Pengendalian dicapai dengan menggunakan lingkaran yang terdapat di dalam
sistem. Lingkaran tersebut dinamakan lingkaran umpan balik, lingkaran ini
menyediakan suatu jalur bagi sinyal-sinyal dari sistem ke mekanisme pengendalian
dan sebaliknya.
Mekanisme pengendalian adalah sejenis alat
yang menggunakan sinyal umpan balik untuk mengevaluasi kinerja sistem dan
menentukan apakah perlu dilakukan tindakan perbaikan.
System lingkaran tersebut dibedakan
menjadi 2 jenis yakni system lingkaran terbuka dan system lingkaran tertutup.
3.2 Pendekatan Sistem
-
Pemahaman
dasar pemecahan masalah dan pembuatan keputusan
A.
Pemecahan masalah
Pentingnya pemecahan masalah bukan
didasarkan pada jumlah waktu yang dihabiskan tetapi pada konsekuensinya.
Pengambilan keputusan dan pemecahan
masalah
Pengambilan keputusan adalah tindakan
memilih strategi/ aksi yang diyakini manajer akan memberikan solusi terbaik
atas masalah tersebut. Salah satunya kunci pemecahan masalah adalah
mengidentifikasikan berbagai alternatif keputusan.
B. Pendekatan sistem
Proses pemecahan masalah secara sistematis
bermulai dari John dewey, seorang profesor filosofi dari colombia university.
Ia mengidenfikasikan tiga seri penelitian yang terlibat dalam memecahkan suatu
kontroversi secara memadai.
1. Mengenali kontroversi
2. Menimbang klaim alternatif
3. Membentuk penilaian
- Serangkaian langkah pemecahan masalah
yang memastikan bahwa maslah itu pertama-tama dipahami ,solusi alternatif
dipertimbangkan, dan solusi yang dipilih bekerja.
Langkah-langkahnya adalah sbb:
1. Usaha
persiapan = mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan
orientasi sistem.
2. Usaha
definisi = mencakup mengidentifikasi masalah untuk dipecahkan dan kemudian
memahaminya.
3. Usaha
solusi = mencakup mengidentifikasi berbagai solusi alternatif, mengevaluasinya,
memilih satu yang tampak terbaik, menerapkan solusi itu dan membuat
menindaklanjuti untuk menyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan.
C. Upaya persiapan
·
Memendang perusahaan sebagai suatu sistem
Mampu melihat perusahaan anda sebagai
suatu sistem
·
Mengenal sistem lingkungan
Hubungan
perusahaan dengan lingkungan juga penting.
Subsistem-subsistem utama perusahaan juga
perlu diidentifikasi, dan subsistem tersebut dapat mengambil beberapa bentuk.
D. Upaya definisi
Upaya definisi pertama-tama mencakup
kesadaran bahwa suatu masalah ada atau tidak ada (identifikasi masalah) dan
kemudian cukup mempelajarinya untuk mencari solusi (pemahaman masalah).
Upaya definisi mencakup dua langkah:
1. 1. Bergerak dari tingkat sistem ke
subsistem
Ketika manajer
berusaha memahami masalah, analis mulai dengan sistem yang menjadi tanggung
jawab manajer. Sistem itu dapat berupa perusahaan atau slah satu unitnya. Anais
kemudian bergerak menuruni hirarki sistem, tingkat demi tingkat.
1. 2. Menganalisis
bagian-bagian sistem dalam suatu urutan tertentu.
Elemen satu = mengevaluasi standar.
Standar kinerja untuk suatu sistem
biasanya dinyatakan dalam bentuk rencana,anggaran, dan kuota.
• Standar harus sah
• Standar harus realistis
• Standar harus dimengerti
• Standar harus terukur
Elemen dua
= membandingkan output sistem
dengan standar
Setelah manajer puas dengan standar
tersebut, ia kemudian mengevaluasi output sistem dengan membandingkannya dengan
standar.
Elemen tiga =
mengevaluasi manajemen
Suatu penilaian kritis dilakukan atas
manajemen sistem dan struktur organisasi.
Elemen empat = mengevaluasi pengolahan
informasi
Kebutuhan itu harus diidentifikasi dan
suatu sistem informasi yang memadai harus dirancang dan diterapakan.
Elemen lima =
mengevaluasi input dan sumber daya input
Bila tingkat analisis sistem ini tercapai,
sistem konseptual tidak lagi merupakan persoalan, dan permasalahan ada pada
sistem fisik.
Elemen enam =
mengevaluasi proses transformasi
Prosedur dan praktek yang tidak efisien
mungkin menyebabkan kesukaran dalam mengubah input menjadi output.
Elemen tujuh =
mengevaluasi sumber daya output
Elemen masalah (dalam hal ini, manajemen )
harus dimengerti segera setelah teridentifikasi. Hakikat kekurangmampuan
manajemen harus ditelusuri. Salah satu tugas yang paling pentign dihadapi oleh
manajer adalah definisi masalah.
E. Upaya pemecahan
1. 1.
Mengidentifikasi berbagai alternatif solusi
Manajer
mengidentifikasi bermacam-macam cara untuk memecahkan permasalahan yang sama.
1. 2. Mengevaluasi
berbagai alternatif solusi
Semua alternatif
harus di evaluasi dengan menggunakan kriteria evaluasi yang sama, yang mengukur
seberapa baik suatu alternatif dapat memecahkan masalah.
1. 3. Memilih
solusi terbaik
Perlu memilih satu
alternatif yang tampak paling baik.
1. 4. Menerapkan solusi
Masalah tidak akan
terpecahkan hanya dengan memilih solusi terbaik.
1. 5. Menindaklanjuti untuk memastikan
bahwa solusi itu efektif
Manajer harus
tetap mengatasi situasi untuk memastikan bahwa solusi mencapai kinerja yang
direncanakan.
F. Menelaah pendekatan sistem
Manajer mengembangkan keahlian integrasi
ini melalui pengalaman. Titik awal yang baik adalah upaya persiapan yang harus
dilakukan manajer sebelum pemecahan masalah dimulai.
G.
Faktor-faktor pribadi yang mempengaruhi pemecahan masalah
Tiap manajer memiliki gaya pemecahan
masalah yang unik. Gaya mereka mempengaruhi bagaimana mereka terlibat dalam
memecahkan masalah, mengumpulkan informasi, dan menggunakan informasi.
Merasakan masalah
- Ada tiga kategori dasar dalam hal gaya
merasakan masalah (problem sensing styles) mereka, yaitu :
·
Penghindar masalah (problem avoider)
Manajer ini mengambil sikap positif dan
menganggap bahwa semua baik-baik saja.
·
Pemecah masalah (problem solver)
Manajer ini tidak mencari masalah juga dan
juga tidak menghalanginya. Jika timbul masalah, masalah tersebut dipecahkan.
·
Pencari masalah (problem seeker)
manajer ini menikmati pemecahan masalah
dan mencarinya.
Mengumpulkan informasi
Para manajer dapat menunjukkan salah satu
dari dua gaya mengumpulkan informasi atau sikap terhadap total volume informasi
yang tersedia bagi mereka :
-
• Gaya teratur (preceptive style)
Manajer jenis ini mengikuti manajemen by
exeption dan menyaring segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan bidang
minatnya.
-
• Gaya menerima (receptive style)
Manajer jenis ini ingin melihat semuanya,
kemudian menentukan apakah informasi tersebut bernilai baginya atau orang lain
dalam organisasi.
Menggunakan informasi
Manajer juga cenderung lebih menyukai
salah satu dari dua gaya menggunakan informasi (information using style) :
·
Gaya sistematis (systematic style)
Manajer memberi perhatian khusus untuk
mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan.
·
Gaya intuitif (intuitive style)
Manajer tidak lebih menyukai suatu metode
tertentu tetapi menyesuiakan dengan situas.
- Tahapan pemecahan masalah dengan menggunakan
pendekatan system
1. Usaha Persiapan
·
Memandang perusahaan sebagai suatu sistem.
·
Mengenal sistem lingkungan.
·
Mengidentifikasi subsistem perusahaan.
2. Usaha Definisi
·
Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem.
Tujuannya : mengidentifikasi tingkat
sistem tempat persoalan berada.
Menganalisis bagian-bagian sistem dalam
suatu urutan tertentu :
1.Mengevaluasi
standar.
2. Membandingkan
output dengan standar.
3. Mengevaluasi
manajemen.
4. Mengevaluasi
pemroses informasi.
5. Mengevaluasi
input dan sumber daya input.
6. Mengevaluasi
proses.
7.Mengevaluasi
sumber daya output.
3. Usaha Persiapan
·
Pertimbangan alternatif yang layak.
·
Mengevaluasi berbagai solusi alternatif.
·
Memilih solusi terbaik.
·
Menerapkan solusi.
·
Memastikan bahwa solusi tersebut efekt
-
Faktor
manusia yang mempengaruhi pemecahan masalah
1. Penghindar masalah (Problem Avoider),
manajer mengambil sikap positif dan menganggap semua baik-baik saja.ia berusaha
menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi.
2. Mengumpulkan Informasi/Pencari masalah
(Problem Seeker) :
a. Gaya teratur,
mengikuti gaya management by exception dan menyaring segala sesuatu yang tidak
berhubungan dengan area minatnya
b. Gaya menerima,
manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi
tersebut bernilai baginya/orang lain dalam organisasi.
3.Menggunakan informasi untuk memecahkan
masalah/Pemecah masalah
( Problem solver) :
a. Gaya
sistematik, manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang
telah ditetapkan. Co. : pendekatan sistem.
b. Gaya intuitif,
manajer tidak menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan
dengan situasi.
KESIMPULAN
Masalah merupakan suatu hal yang tidak bisa kita
hindari jika kita hidup di dunia ini. karna itu yang harus kita lakukan
terhadap masalah adalah mencari solusi dari masalah-masalah yang ada dan
mencegah agar masalah itu tidak terulang kembali. Tiga jenis usaha pendekatan
sistematis untuk pecahan masalah yaitu: persiapan, devinisi, dan solusi.
Daftar
Pustaka
https://safrilblog.wordpress.com/2011/10/23/bab-4-pendekatan-sistem-dalam-memecahkan-masalah-dan-membuat-keputusan/

Komentar
Posting Komentar