PEMUDA DAN SOSIALISASI

PEMUDA DAN SOSIALISASI

Pendahuluan

Latar Belakang
Pemuda dan Sosialisasi, pengertian pemuda adalah seseorang, atau individu, atau masyarakat yang masih muda dan berusia produktif dimana memilki karakter khas yaitu seperti optimis, berwawasan luas, berpikir kedepan, mempunyai moral, dan lainnya. Seorang pemuda akan memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Kelemahan yang sering terlihat dari seorang pemuda adalah emosional, kurangnya untuk mengkontrol diri dalam emosi. Kelebihan yang dimili setiap pemuda adalah mau menghadapi perubahan yang terjadi dalam hal apapun dan menjadi pelopor itu sediri.

Peran penting dari seorang pemuda adalah sebagai harapan dan sebagai generasi penerus bangsa dalam melakukan perubahan untuk keberhasilan terhadap sebuah gerakan pemuda. Sosialisasi adalah proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda baik dilingkungan maupun keluarga dalam setiap harinya. Proses sosialisasi dari seumur hidup setiap individu mempelajari kebiasaan yang meliputi cara hidup, nilai, norma sosial dalam masyarakat. Proses dari sosialisasi akan melahirkan kepribadian seseorang seperti mendapat bayangan dirinya dengan cara seseorang memandang dan memperlakukan dirinya, membentuk kedirian yang ideal dan sebagainya.

Pengertian

Pengertian Pemuda
Pemuda merupakan generasi muda yang sangat berpengaruh untuk proses pembangunan
bangsa Indonesia. Pemuda selalu menjadi harapan dalam setiap kemajuan di dalam suatu
bangsa yang dapat merubah pandangan orang dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu
untuk mengembangkan ide – ide ataupun gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta
berdasarkan kepada nilai-nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat.
Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan
masyarakat,antara lain :
1. Kemurnian idealismenya
2. Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang
baru
3. Semangat pengabdiannya
4. Sepontanitas dan dinamikanya
5. Inovasi dan kereativitasnya
6. Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
7. Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang
mandiri
8. Masih langkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat,sikap dan
tindakanya dengan kenyatan yang ada.

Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu
mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma
social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Sosialisasi
merupakan suatu proses di mana seseorang menghayati (mendarahdagingkan – internalize)
norma-norma kelompok di mana ia hidup sehingga timbullah diri yang unik, karena pada awal
kehidupan tidak ditemukan apa yang disebut dengan “diri”.
Dan sosialisasi juga merupakan proses yang membantu individu melalui media pembelajaran
dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi,
baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

Internasilasi, Belajar, dan Sosialisasi
Ketiga kata atau istilah tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses
berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial. istilah internasilasasi lebih ditekankan
pada norma-nroma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut. Istilah belajar
ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki
oleh seorang individu. istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yagn telah dimiliki oleh
seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.

Proses Sosialisasi
Ada 2 teori proses sosialisasi yang paling umum digunakan, yaitu teori Charles H. Cooley dan
teori George Herbert Mead. Teori Charles H. Cooley lebih menekankan pada peran interaksi antar
manusia yang akan menghasilkan konsep diri (self concept). Proses pembentukan konsep diri ini yang
kemudian disebut Cooley sebagai looking glass self terbagi menjadi tiga tahapan
sebagai berikut. 
”Seorang anak membayangkan bagaimana dia di mata orang lain.” Seorang anak merasa dirinya
sebagai anak yang paling hebat dan yang paling pintar karena sang anak memiliki prestasi dan sering
menang diberbagai. “Seorang anak membayangkan bagaimana
orang lain menilainya.”

Dengan perasaan bahwa dirinya hebat, anak membayangkan pandangan orang lain terhadap dirinya.
Ia merasa orang lain selalu memujinya, selalu percaya pada tindakannya. Perasaan ini muncul akibat
perlakuan orang lain terhadap dirinya. Misalnya, orang tua selalu memamerkan kepandaiannya.

“Apa yang dirasakan anak akibat penilaian tersebut”
Penilaian yang positif pada diri seorang anak akan menimbulkan konsep diri yang
positif pula.Semua tahap di atas berkaitan dengan teori labeling, yaitu bahwa seseorang akan
berusaha memainkan peran sosial sesuai dengan penilaian orang terhadapnya. Jika seorang anak di
beri label “nakal”, maka ada kemungkinan ia akan memainkan peran sebagai “anak nakal” sesua
dengan penilaian orang terhadapnya, meskipun penilaian itu belum tentu benar.

Peranan Sosial Mahasiswa dan Pemuda di Masayrakat 
Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang
lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum
intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia
akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain.

Pemuda dan Identitas
Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Pemuda
Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan dalam Keputusan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan nomor : 0323/U/1978
tanggal 28 oktober 1978. Tujuannya agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan
dalam poenanganannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman sehingga
pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan
tujuan yang dimaksud.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan:
• Landasan Idiil : Pancasila
• Landasan Konstitusional : Undang-undang dasar 1945
• Landasan Strategi : Garis-garis Besar Haluan Negara
• Landasan Histories : Sumpah Pemuda dan Proklamasi
• Landasan Normatif : Tata nilai ditengah masyarakat.

Masalah-Masalah Generasi Muda
Berbagai permasalahan generasi muda yang muncul pada saat ini antara lain:
• Dirasa menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan masyarakat termasuk generasi muda.
• Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
• Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia,
baik yang formal maupun non formal. Tingginya jumlah putus sekolah yang diakibatkan oleh
berbagai sebab yang bukan hanya merugikan generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan
seluruh bangsa.
• Kurangnya lapangan kerja / kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran setengah
pengangguran di kalangan generasi muda dan mengakibatkan berkurangnya produktivitas
nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan nasional serta
dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
• Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan
dan pertumbuhan badan di kalangan generasi muda, hal tersebut disebabkan oleh rendahnya
daya beli dan kurangnya perhatian tentang gizi dan menu makanan seimbang di kalangan
masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Potensi- potensi Generasi Muda
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah:
• Idealisme dan daya kritis
• Dinamika dan kreativitas\
• Keberanian Mengambil Resiko
• Opimis dan kegairahan semangat
• Sifat kemandirian, disiplin, peduli, dan bertanggung jawab
• Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan
• Patriotisme dan Nasionalisme
• Kemampuan menguasai ilmu dan teknologi
Tujuan Pokok Sosialisasi
• Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak
dimasyarakat.
• Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan
kemampuannya.
• Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang
tepat.
• Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada
pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.

Daftar Pustaka : 
-https://ciptadestiara.wordpress.com/category/internalisasi-belajar-dan-sosialisasi/

-http://pradanarizky8.blogspot.co.id
-https://arlansan.blogspot.co.id/2018/01/pemuda-dan-sosialisasi.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WARGA NEGARA DAN NEGARA

Menpar Jadi Pembicara Kunci di Pacific Exposition Auckland